Gempa bumi salah satu mukjizat ILAHI

No comments:

26 Dec 1861 gempa bumi di Egion, Yunani
26 Mar 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA
26 Aug 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia
26 Nov 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic
26 Nov 1930 gempa bumi di Izu
26 Sep 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani
26 Nov 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki
26 Dec 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepun
26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki
26 Mar 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang
26 Jul 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki
26 Sep 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia
26 Jul 1971 gempa bumi di Solomon Island
26 Apr 1972 gempa bumi di Ezine, Turki
26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic
26 Mar 1977 gempa bumi di Palu, Turki
26 Dec 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris
26 Apr 1981 gempa bumi di Westmorland, USA
26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang
26 Jan 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina
26 Jan 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA
26 Apr 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA
26 Okt 1997 gempa bumi di Italia
26 dec 2004 tsunami aceh
Satu fakta nombor yg menarik untuk kita fikir-fikirkan:

Adakah kita sedari...???

Acheh
Tsunami
26-12-2004,

Jogja
Gempa
26-05-2006

Tasik, Jawa Barat
Gempa
26-06-2010

Guru Merapi
Meletus
26-10-2010

Jambatan Tenggarong
Samarinda, Indonesia
Runtuh
26-09-2013

Bulan lalu pada tarikh 26 Okt.
Taufan Haiyyan diutus Allah SWT untuk menunjukkan kekuasaan Nya kepada seluruh rakyat Filipina yg telah merobohkan "Rumah Nya" di Manila untuk digantikan dgn shopping mall!!

Mengapa semua ini
Berlaku pada tarikh 26hb

Adakah ini satu kebetulan??

Bukalah dan bacalah
Al-Quran Juzuk ke: 26

Allah SWT telah berfirman

Mafhumnya:

"sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".

Biar mereka semua tahu bahawa Mu'jizat Allah itu ada !!!

Wanita yang terlarang dinikahi

No comments:

SIAPA sajakah wanita yang terlarang untuk dinikahi? Persoalan semacam ini yang perlu diperhatikan. Ini menyangkut masalah prinsip bahwa tidak semua wanita itu dapat dinikahi. Ada wanita yang haram untuk dinikahi selama-lamanya dan ada juga yang haram dinikahi hanya dengan batas waktu tertentu saja. Secara mutlak, wanita yang diharamkan untuk dinikahi itu dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

Hubungan keluarga

1. Ibu
2. Saudara perempuan ayah
3. Saudara perempuan ibu
4. Saudara perempuan
5. Anak perempuan
6. Anak keponakan (anak perempuan dari saudara lelaki)
7. Anak keponakan (anak perempuan dari saudara perempuan)

Hubungan perbesanan

1. Istri dari anak
2. Istri ayah atau ibu
3. Mertua, nenek mertua dan selanjutnya ke atas
4. Anak tiri yang ibunya digauli. Termasuk cucu-cucunya
5. Dari pihak anak-anaknya yang perempuan ataupun dari pihak anak-anaknya yang laki-laki

Hubungan susunan

1. Ibu susuan
2. Saudara perempuan dari susuan (bibi)
3. Saudara perempuan dari bapak susuan (bibi)
4. Ibu dari ibu susuan (nenek)
5. Cucu perempuan dari ibu susuan. Baik yang berasal dari pihak anak laki-laki ataupun perempuan, yakni anak-anak perempuan dari saudara laki-laki atau saudara wanita (keponakan)
6. Ibu dari suami ibu susuan (nenek)

Jadi dari ketiga kelompok wanita yang tersebut di atas itu tidak boleh dinikahi untuk selama-lamanya dan begitu pula dari pihak perempuan selamanya dilarang mendapatkan lelakinnya.

Sumber: Wanita bertanya Islam Menjawab/ Labib/ Bintang Usaha Jaya

Di Alam barzakh, Ini tempat para roh

No comments:

KETIKA maut telah tiba, jasad kita dan roh pada diri kita akan terpisah. Roh akan pergi meninggalkan jasad ke alam barzakh. Di mana, alam itu merupakan tempat pengumpulan seluruh roh manusia. Roh-roh manusia di alam barzakh berada di tempat yang bertingkat-tingkat. Dari nas-nas yang ada, kami mengkalsifikasikannya sebagai berikut.

1. Roh para nabi

Roh mereka menempati kedudukan terbaik di tempat paling tinggi (‘illiyyin). Siti Aisyah mendengar Rasulullah SAW dalam detik-detik akhir kehidupannya mengucap, “Ya Allah, (tempatkan aku) di tempat tertinggi (ar-Rafiq al-A’la)!”

2. Roh para syuhada

Di sisi Allah, mereka hidup seraya mendapatkan rezeki yang sangat besar. Allah berfirman, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki,” (QS. Ali Imran:169).

Masruq bertanya kepada Abdullah ibn Mas’ud mengenai ayat ini. Ibn Mas’ud menjawab, “Roh mereka berada di tengah-tengah burung hijau dan memiliki lampu pelita yang tergantung di langit. Roh itu dapat keluar dari surga sekehendak dirinya, kemudian kembali ke pelita-pelita tersebut,” (HR. Muslim).

Ini adalah roh sebagian syuhada, bukan semua syuhada, sebab di antara mereka ada yang rohnya tertahan karena memiliki hutang yang belum ditunaikan. Dari Abdullah ibn Jahsy diceritakan bahwa seorang laki-laki dating kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi padaku jika aku terbunuh di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Surga.” Ketika orang itu berpaling, beliau bersabda, “Kecuali ada hutang. Baru saja Jibril memberi tahu aku.”

3. Roh mukmin yang shaleh

Roh mereka seperti burung yang bergelantungan di pohon surga. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdurrahman ibn Ka’ab ibn Malik, Nabi SAW bersabda, “Jiwa seorang muslim itu laksana burung yang bergelantungan di pohon surga sampai Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari kiamat,” (HR. Ahmad).

Perbedaan antara roh syuhada dengan roh kaum mukmin adalah bahwa roh syuhada berada di sangkar burung hijau sambil terlepas dan berjalan ke sana ke mari di taman surga lalu kembali ke lampu pelita yang tergantung di arasy. Sedangkan roh kaum mukmin berada di sangar burung yang tergantung di surge tetapi tidak berjalan ke sana-sini di surga. Keadaan kaum mukmin seperti burung yang bergelantungan di pohon surga tidak bertentangan dengan hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah SAW. Hadis tersebut menyatakan bahwa malaikat menggenggam roh seorang mukmin dan membawanya naik ke langit. Malaikat berseru, “Alangkah wanginya roh yang mendatangi kalian dari bumi!” Lalu mereka membawa roh itu menemui roh orang-orang beriman. Legembiraan mereka melebihi kegembiraan orang yang menemukan barangnya yang hilang.

Roh-roh kaum mukmin bertanya kepada si roh, “Apa yang dilakukan di fulan? Apa yang siperbuat si fulan?” Malaikat berseru, “Biarkan dia, sebab dia sebelumnya sengsara di dunia.” Lalu roh tersebut menjawab, “Si fulan telah mati, apakah ia mendatangi kalian?” Mereka menjawab, “Ia diseret ke neraka Hawiyah.

4. Roh tukang maksiat

Nas-nas yang menjelaskan azab yang diterima oleh orang maksiat telah dikemukakan. Orang yang kebohongannya merajalela diazab dengan besi yang ujungnya bengkok yang dimasukkan ke mulutnya sampai ke tungkuk.

Kepala orang yang meninggalkan shalat wajib karena tidur akan dihancurkan dengan batu. Para pezina, laki-laki atau perempuan akan disiksa di sebuah lubang seperti tungku dari tembikar untuk membakar roti yang bagian atasnya sempit, dan di bawahnya luas, sementara api menyala-nyala di bawahnya.

Orang yang suka makan riba berenang di lautan darah, dan di tepi lautan itu ada orang yang melemparinya dengan batu. Banyak juga hadis lain yang menceritakan tentang azab orang yang tidak bersuci dari kencingnya, orang yang suka mengadu domba di antara manusia, orang yang menyembunyikan harta ghanimah, dan lain-lain.

5. Roh orang-orang kafir

Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah bahwa setelah melukiskan keadaan orang beriman sampai menempati tempatnya di surga, Nabi SAW menyebut keadaan orang-orang kafir beserta sekarat yang dialaminya. Setelah rohnya dicabut, roh itu keluar dari jasadnya dengan bau yang sangat busuk, sampai-sampai para malaikat yang membawanya ke pintu bumi berteriak, “Alangkah busuknya roh ini!” Kemudian mereka membawanya bertemu dengan roh-roh orang kafir lainnya.  [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi

Larangan berjilbab, bukti tidak ada kebebasan beragama

No comments:
KONTROVERSI karyawan maupun petugas kepolisian berjilbab terus berlanjut. Kebijakan mengenai bolehkah polisi wanita berjilbab terus menjadi polemik setelah pada akhir 2013. Kepolisian Indonesia mewacanakan akan membuat aturan tentang jilbab yang mengatur desain dan warnanya agar seragam. Namun, dengan pergantian pucuk pimpinan setelah Jenderal Polisi Sutarman, rencana itu tidak jelas ujungnya hingga akhirnya telegram berisi larangan berjilbab kembali dikeluarkan Markas Besar Kepolisian Indonesia dan hingga ke daerah-daerah.
Surat edaran itu diketahui ketika dikeluarkan oleh Polda Riau dengan klasifikasi ‘biasa’ tertanggal 19 Januari 2015 oleh Kapolda Riau, Brigjen Dolly Bambang. Surat edaran itu merupakan surat lanjutan berdasarkan arahan dari Mabes Polri.
"Jilbab itu kan belum diatur, jadi kalau sudah ada aturannya, baru boleh dikenakan,” kata Kepala Bidang Propam Polda Riau AKBP Budi Santoso. Bagaimana dengan wanita polisi yang terlanjur berjilbab dalam aktivitas kedinasannya? Dia mengatakan, setiap personel Kepolisian Indonesia harus tunduk dengan kebijakan dan aturan yang sudah ada.
Larangan karyawan mengenakan jilbab pun terjadi di Mataram NTB, manajemen Tiara Mall melarang karyawannya berhijab atau mengenakan jilbab.
Sesungguhnya larangan bagi karyawan berhijab itu melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 pasal 5 dan 6 yang menyebutkan perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap pekerja. Apakah itu atas nama agama ataupun atas jenis kelamin atau lain sebagainya,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram H Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (8/12015) lalu.
Sulitnya pemberlakuan Jilbab Polwan bagi Muslimah dan bagi karyawan muslimah kontradiktif dengan jargon kebebasan beragama dalam konsep demokrasi. Padahal mengenakan jilbab merupakan bukti ketaatan setiap muslimah pada aturan agamanya, karena mengenakan jilbab adalah kewajiban setiap muslimah.
Sayangnya, hanya karena alasan administratif tidak adanya Peraturan Kapolri (Perkap) terkait penggunaan Jilbab Polisi Wanita (Polwan) dan belum disiapkannya anggaran bagi para Polwan yang ingin menggunakan jilbab saat bertugas, para polwan terhambat dalam melaksanakan kewajiban tersebut. Padahal ini jelas bukanlah tindak kemaksiatan yang akan menuai kerugian.
Hambatan yang ditunjukkan oleh Polri dan perusahaan ini menyiratkan masih melekatnya stigma bahwa ketaatan terhadap syariat Islam akan menghambat dan merugikan. Padahal dengan berpakaian sebagaimana seorang muslimah yang taat, akan mendorong para polwan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai polwan bukan hanya sebagai tuntutan profesi, tetapi juga sebagai bagian tanggung jawab kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
HENDAKNYA kaum muslim yang mayoritas di negeri ini menyadari bahwa permasalahan utamanya bukan sekadar hambatan jilbab Polwan maupun larangan jilbab karyawan di beberapa daerah. Penerapan sistem demokrasi dan kapitalisme serta ditinggalkannya Syariah Islam untuk mengatur aspek politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya inilah yang menjadi sumber berbagai masalah. Syariat Islam tidak ditempatkan posisinya sebagai konstitusi dan perundang-undangan yang dilaksanakan untuk mengatur masyarakat.
Oleh karena itu marilah kita segera memperjuangkan tegaknya seluruh Syariah Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Islam adalah rahmat, bukan hanya kebaikan bagi umat Islam tapi juga rahmat bagi semua manusia. Wallahu a’lam bi ash-showab.

Nikmat yang diperoleh, Renungkanlah

No comments:

MANUSIA memiliki kelebihan yang berbeda dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diberi akal, sebagai pembeda derajatnya dengan makhluk lain. Akal tersebut dapat dipergunakan manusia untuk menjalani hidup ini sesuai dengan logikanya. Bahkan untuk memecahkan suatu masalah, yang paling berpengaruh adalah kekuatan akal.

Mari kali ini kita bersama-sama gunakan akal kita untuk merenungkan segala apa yang ada dalam diri kita dan apa yang terjadi dalam hidup kita selama ini. Satu hal yang seharusnya dilakukan oleh manusia, yaitu mengingat nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya.

Nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia itu tak terhingga. Mulai dari yang ada pada diri kita dari ujung rambut hingga ujung kaki, kesehatan badan, keamanan dan kecukupan sandang, pangan, air serta masih banyak lagi nikmat lainnya. Itulah nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. “Sekiranya kalian menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan dapat menghitungnya.

Demikian besar nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Dunia beserta isinya disediakan untuk kita. Segala apa yang dibutuhkan oleh kita untuk bertahan hidup, semuanya telah tersedia. Anda adalah pemiliki kehidupan, namun, Anda tidak menyadari akan hal itu. “Dia (Allah) telah memberikan nikmat-nikmat-Nya secara sempurna kepada kalian, baik yang lahir maupun yang batin.”

Anda telah diberi lidah dan bibir, kedua tangan dan kaki, “maka nikmat Tuhan yang manakah yang pantas kalian dustakan (wahai jin dan manusia)?”Apakah Anda berpikir bahwa berjalan dengan kedua kaki adalah hal biasa? Apakah terlalu mudah bertopang pada pangkal kaki sendiri, padahal masih banyak manusia lain yang kehilangan pangkal kakinya? Apakah Anda tidak merasakan nikmatnya tidur, sedangkan ada manusia lain yang mengidap penyakit insomnia? Anda masih bisa menyantap makanan dan minuman yang lezat, sedangkan banyak orang yang kini mengalami sakit, hingga ia tak bisa merasakan nikmatnya makan.

Renungkanlah! Pendengaran Anda bebas dari ketulian. Penglihatan Anda bebas dari kebutaan dan kulit Anda mulus, terhindar dari segala penyakit. Perhatika pula otak Anda. Allah SWT telah memberikan akal kepada Anda dengan kondisi yang baik. Tapi lihatlah sekeliling Anda, banyak orang yang kehilangan akal sehatnya sehingga ia berperilaku di luar kewajarannya.

Apakah Anda mau menggantikan penglihatan Anda dengan gunung Uhud yang terbuat dari emas? Apakah Anda mau menggantikan pendengaran Anda demi berkilo-kilo perak? Apakah Anda mau membeli istana penuh bunga dengan lidah, hingga menjadi bisu? Apakah Anda mau memberikan kedua tangan dan kaki Anda hanya demi butiran-butiran permata dan berlian?

Kini, Anda berada daam posisi yang penuh dengan kenikmatan. Sayangnya, Anda tidak menyadari itu. Bahkan, Anda terperangkap dalam kesedihan dan ketidak pastian, padahal Anda masih memiliki makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan, serta tidur nyenyak dan kesehatan yang stabil.

Anda memikirkan sesuatu yang telah hilang, tapi tidak mensyukuri apa yang ada di depan mata Anda. Anda merasa sedih karena kurangnya materi, padahal Anda masih memiliki setumpuk kebahagiaan, setumpuk kebaikan, kenikmatan dan masih banyak yang lainnya.

Oleh karena itu, renungkanlah apa yang ada pada diri dan sekeliling Anda. Dan jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Karena Allah SWT adalah pemberi nikmat yang sempurna. “Pada diri kalian juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah kalian tidak memperhatikannya?” Wallahu ‘alam.

Sumber: Jangan Bersedih Setelah Kesulitan Ada Kemudahan/Karya: Dr. Ayidh bin ‘Abdullah Al-Qarni/Penerbit: Irsyad Baitus Salam.

Hati-hati dengan kemaksiatan

No comments:


 KEMAKSIATAN sekalipun dianggap kecil dapat membinasakan pelakunya, menunda pertolongan Allah datang padanya, dan akan mendatangkan murka Allah padanya. Kemaksiatan adalah hal yang membahayakan bagi manusia, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh pelakunya.
   
Imam Malik pernah berpesan kepada Imam Syafi’i dan memberikan nasehat kepada muridnya itu, beliau berkata “Aku melihat, Allah telah meletakkan sinar di dalam hatimu. Janganlah kau padamkan sinar itu dengan kegelapan maksiat, sebab sinar itu akan terus melemah apabila kegelapan maksiat menguat, hingga hati menjadi bagaikan malam gulita. Banyak sekali sesuatu yang dapat membinasakan manusia, tapi ia tidak dapat melihat seperti orang buta yang keluar pada malam hari dijalan yang berbahaya.

    Begitulah maksiat yang diibaratkan oleh Imam Malik, maksiat dapat membutakan hati, seperti butanya seseorang yang buta matanya lalu keluar dimalam hari yang berbahaya. Bagaimana jadinya bila ada seorang yang buta penglihatannya berjalan di malam hari yang gelap gulita ?

    Maksiat juga dapat mendatangkan keresahan hati, mendatangkan kesulitan, melemahkan jiwa dan raga, mengikis keberkahan, menghalangi ketaatan, juga dapat menghalangi datangnya rezeki. Dalam Musnad diterangkan bahwasannya Rasulullah pernah bersabda “Seorang hamba tidak mendapatkan rezeki karena dosa yang ia kerjakan”.

Adapula maksiat yang pelakunya tidak diberikan maaf dan tertutup pintu tobat baginya. Dialah orang yang kata Imam Ibnul Qayyim Aljauziyyah dalam kitab Ad-Da’u wa ad Dawa “Merasa bangga setelah berbuat maksiat hingga mengobral kisahnya kepada orang lain”. kemudian beliau mengutip hadist Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari".

Semua umatku diberi maaf kecuali orang yang berbuat dosa terang-terangan. Sesungguhnya Allah menutupi aib seorang hamba-Nya, namun pada pagi harinya, ia justru membeberkan sendiri apa yang ia lakukan. Ia berkata ‘Aku telah berbuat ini dan itu pada hari ini dan itu.’ Maka, ia telah membuka pintu rahasia dirinya, padahal semalam ia ditutupi oleh Tuhannya.”

Tidak ada kemaksiatan yang paling besar selain menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, termasuk mencela syariat-Nya yang mulia. Hari ini, kita bisa menyaksikan tidak sedikit orang yang berbondong-bondong mengatakan bahwa “Syariat islam itu usang dan tak pantas untuk ditegakkan”. Padahal, mereka yang mengatakan hal tersebut adalah orang yang mengaku sebagai seorang muslim. Boleh jadi, “Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (Q.S Albaqarah : 16).

Inilah orang yang rusak akalnya, yang menuntunnya dengan hawa nafsu. Sebagian ulama salaf mengatakan “Tiada seorang pun yang melanggar perintah Allah kecuali akalnya berkurang”

Hati-hatilah dengan kemaksiatan, karena kemaksiatan dapat merugikan kita, merusak amalan ibadah, dan membawa kita pada kehinaan. Hasan Bashri mengatakan “Bagaimanapun keadaannya, sesungguhnya kerendahan dan kehinaan tidak akan pernah berpisah dari hati mereka. Allah tidak suka merendahkan manusia kecuali orang yang melanggar perintah-Nya”.

Jauhilah kemaksiatan, sekecil apapun itu. Khawatirlah apabila kita telah menganggap biasa dosa-dosa yang kita lakukan. Bisa jadi, itu adalah azab yang Allah timpakan kepada kita, karena sesungguhnya “Hukuman terberat atas sebuah dosa” kata Ibnul Jauzi dalah Shaidul Khatir “adalah perasaan tidak berdosa.”Wallau’alam bishawab.

Punya kawan Suka Maksiat

No comments:

    Bila Punya Teman Suka MaksiatSyaikh Ibnu Utsaimin

Pertanyaan: Sekelompok orang kegiatannya seputar menggunjing, menghasut, main kartu, dan sejenisnya. Bolehkah bergaul dengan mereka? Perlu diketahui, bahwa mereka adalah kelompok saya, rata-rata terikat dengan hubungan persaudaraan, garis keturunan, persahabatan dan sebagainya.

Jawaban: Bergaul dengan kelompok sempalan tersebut berarti me-makan daging mayat saudara-saudara mereka. Sunggung mereka benar-benar dungu, karena Allah telah menyebutkan di dalam al-Qur'an,
 
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (Al-Hujurat: 12).

    Maka mereka itu adalah orang-orang yang memakan dating manusia dalam pergaulan mereka, na'udzu billah. Mereka telah melakukan dosa besar. Yang wajib anda lakukan menasehati mereka, jika mereka mau menerima dan meninggalkan perbuatan itu, maka itulah yang diharapkan. Jika tidak, maka hendaknya anda menjauhi mereka, hal ini berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى,

    "Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam. " (An-Nisa': 140).

    Allah menyatakan bahwa orang-orang yang duduk-duduk bersama mereka yang apabila mendengar ayat-ayat Allah mereka mengingkarinya dan mengolok-oloknya, Allah menganggap orang-orang tersebut sama dengan mereka. Ini merupakan perkara serius, karena berarti mereka keluar dari agama. Maka orang yang bergaul dengan orang-orang durhaka selain itu adalah seperti halnya mereka yang bergaul dengan orang-orang durhaka yang kufur terhadap ayat-ayat Allah dan mengolok-oloknya. Jadi orang yang duduk di tempat gunjingan adalah seperti penggunjing dalam hal dosa. Karena itu hendaknya anda menjauhi pergaulan dengan mereka dan tidak duduk-duduk bersama mereka. Adapun hubungan kuat yang menyatukan anda dengan mereka, sama sekali tidak berguna kelak di hari kiamat, dan tidak ada gunanya saat anda sendirian di dalam kubur. Orang yang dekat, suatu saat pasti akan anda tinggalkan atau meninggalkan anda, lalu masing-masing akan menyendiri dengan amal perbuatannya. Allah سبحانه و تعالى telah berfirman di dalam al-Qur'an,
   "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. " (Az-Zukhruf: 67).

Rujukan: Fatawa asy-Syaikh Ibn Utsaimin, juz 2, hal. 394. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3,

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories