Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Wanita yang terlarang dinikahi

No comments:

SIAPA sajakah wanita yang terlarang untuk dinikahi? Persoalan semacam ini yang perlu diperhatikan. Ini menyangkut masalah prinsip bahwa tidak semua wanita itu dapat dinikahi. Ada wanita yang haram untuk dinikahi selama-lamanya dan ada juga yang haram dinikahi hanya dengan batas waktu tertentu saja. Secara mutlak, wanita yang diharamkan untuk dinikahi itu dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

Hubungan keluarga

1. Ibu
2. Saudara perempuan ayah
3. Saudara perempuan ibu
4. Saudara perempuan
5. Anak perempuan
6. Anak keponakan (anak perempuan dari saudara lelaki)
7. Anak keponakan (anak perempuan dari saudara perempuan)

Hubungan perbesanan

1. Istri dari anak
2. Istri ayah atau ibu
3. Mertua, nenek mertua dan selanjutnya ke atas
4. Anak tiri yang ibunya digauli. Termasuk cucu-cucunya
5. Dari pihak anak-anaknya yang perempuan ataupun dari pihak anak-anaknya yang laki-laki

Hubungan susunan

1. Ibu susuan
2. Saudara perempuan dari susuan (bibi)
3. Saudara perempuan dari bapak susuan (bibi)
4. Ibu dari ibu susuan (nenek)
5. Cucu perempuan dari ibu susuan. Baik yang berasal dari pihak anak laki-laki ataupun perempuan, yakni anak-anak perempuan dari saudara laki-laki atau saudara wanita (keponakan)
6. Ibu dari suami ibu susuan (nenek)

Jadi dari ketiga kelompok wanita yang tersebut di atas itu tidak boleh dinikahi untuk selama-lamanya dan begitu pula dari pihak perempuan selamanya dilarang mendapatkan lelakinnya.

Sumber: Wanita bertanya Islam Menjawab/ Labib/ Bintang Usaha Jaya

Nikmat yang diperoleh, Renungkanlah

No comments:

MANUSIA memiliki kelebihan yang berbeda dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diberi akal, sebagai pembeda derajatnya dengan makhluk lain. Akal tersebut dapat dipergunakan manusia untuk menjalani hidup ini sesuai dengan logikanya. Bahkan untuk memecahkan suatu masalah, yang paling berpengaruh adalah kekuatan akal.

Mari kali ini kita bersama-sama gunakan akal kita untuk merenungkan segala apa yang ada dalam diri kita dan apa yang terjadi dalam hidup kita selama ini. Satu hal yang seharusnya dilakukan oleh manusia, yaitu mengingat nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya.

Nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia itu tak terhingga. Mulai dari yang ada pada diri kita dari ujung rambut hingga ujung kaki, kesehatan badan, keamanan dan kecukupan sandang, pangan, air serta masih banyak lagi nikmat lainnya. Itulah nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. “Sekiranya kalian menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan dapat menghitungnya.

Demikian besar nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Dunia beserta isinya disediakan untuk kita. Segala apa yang dibutuhkan oleh kita untuk bertahan hidup, semuanya telah tersedia. Anda adalah pemiliki kehidupan, namun, Anda tidak menyadari akan hal itu. “Dia (Allah) telah memberikan nikmat-nikmat-Nya secara sempurna kepada kalian, baik yang lahir maupun yang batin.”

Anda telah diberi lidah dan bibir, kedua tangan dan kaki, “maka nikmat Tuhan yang manakah yang pantas kalian dustakan (wahai jin dan manusia)?”Apakah Anda berpikir bahwa berjalan dengan kedua kaki adalah hal biasa? Apakah terlalu mudah bertopang pada pangkal kaki sendiri, padahal masih banyak manusia lain yang kehilangan pangkal kakinya? Apakah Anda tidak merasakan nikmatnya tidur, sedangkan ada manusia lain yang mengidap penyakit insomnia? Anda masih bisa menyantap makanan dan minuman yang lezat, sedangkan banyak orang yang kini mengalami sakit, hingga ia tak bisa merasakan nikmatnya makan.

Renungkanlah! Pendengaran Anda bebas dari ketulian. Penglihatan Anda bebas dari kebutaan dan kulit Anda mulus, terhindar dari segala penyakit. Perhatika pula otak Anda. Allah SWT telah memberikan akal kepada Anda dengan kondisi yang baik. Tapi lihatlah sekeliling Anda, banyak orang yang kehilangan akal sehatnya sehingga ia berperilaku di luar kewajarannya.

Apakah Anda mau menggantikan penglihatan Anda dengan gunung Uhud yang terbuat dari emas? Apakah Anda mau menggantikan pendengaran Anda demi berkilo-kilo perak? Apakah Anda mau membeli istana penuh bunga dengan lidah, hingga menjadi bisu? Apakah Anda mau memberikan kedua tangan dan kaki Anda hanya demi butiran-butiran permata dan berlian?

Kini, Anda berada daam posisi yang penuh dengan kenikmatan. Sayangnya, Anda tidak menyadari itu. Bahkan, Anda terperangkap dalam kesedihan dan ketidak pastian, padahal Anda masih memiliki makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan, serta tidur nyenyak dan kesehatan yang stabil.

Anda memikirkan sesuatu yang telah hilang, tapi tidak mensyukuri apa yang ada di depan mata Anda. Anda merasa sedih karena kurangnya materi, padahal Anda masih memiliki setumpuk kebahagiaan, setumpuk kebaikan, kenikmatan dan masih banyak yang lainnya.

Oleh karena itu, renungkanlah apa yang ada pada diri dan sekeliling Anda. Dan jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Karena Allah SWT adalah pemberi nikmat yang sempurna. “Pada diri kalian juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah kalian tidak memperhatikannya?” Wallahu ‘alam.

Sumber: Jangan Bersedih Setelah Kesulitan Ada Kemudahan/Karya: Dr. Ayidh bin ‘Abdullah Al-Qarni/Penerbit: Irsyad Baitus Salam.

Hati-hati dengan kemaksiatan

No comments:


 KEMAKSIATAN sekalipun dianggap kecil dapat membinasakan pelakunya, menunda pertolongan Allah datang padanya, dan akan mendatangkan murka Allah padanya. Kemaksiatan adalah hal yang membahayakan bagi manusia, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh pelakunya.
   
Imam Malik pernah berpesan kepada Imam Syafi’i dan memberikan nasehat kepada muridnya itu, beliau berkata “Aku melihat, Allah telah meletakkan sinar di dalam hatimu. Janganlah kau padamkan sinar itu dengan kegelapan maksiat, sebab sinar itu akan terus melemah apabila kegelapan maksiat menguat, hingga hati menjadi bagaikan malam gulita. Banyak sekali sesuatu yang dapat membinasakan manusia, tapi ia tidak dapat melihat seperti orang buta yang keluar pada malam hari dijalan yang berbahaya.

    Begitulah maksiat yang diibaratkan oleh Imam Malik, maksiat dapat membutakan hati, seperti butanya seseorang yang buta matanya lalu keluar dimalam hari yang berbahaya. Bagaimana jadinya bila ada seorang yang buta penglihatannya berjalan di malam hari yang gelap gulita ?

    Maksiat juga dapat mendatangkan keresahan hati, mendatangkan kesulitan, melemahkan jiwa dan raga, mengikis keberkahan, menghalangi ketaatan, juga dapat menghalangi datangnya rezeki. Dalam Musnad diterangkan bahwasannya Rasulullah pernah bersabda “Seorang hamba tidak mendapatkan rezeki karena dosa yang ia kerjakan”.

Adapula maksiat yang pelakunya tidak diberikan maaf dan tertutup pintu tobat baginya. Dialah orang yang kata Imam Ibnul Qayyim Aljauziyyah dalam kitab Ad-Da’u wa ad Dawa “Merasa bangga setelah berbuat maksiat hingga mengobral kisahnya kepada orang lain”. kemudian beliau mengutip hadist Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari".

Semua umatku diberi maaf kecuali orang yang berbuat dosa terang-terangan. Sesungguhnya Allah menutupi aib seorang hamba-Nya, namun pada pagi harinya, ia justru membeberkan sendiri apa yang ia lakukan. Ia berkata ‘Aku telah berbuat ini dan itu pada hari ini dan itu.’ Maka, ia telah membuka pintu rahasia dirinya, padahal semalam ia ditutupi oleh Tuhannya.”

Tidak ada kemaksiatan yang paling besar selain menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, termasuk mencela syariat-Nya yang mulia. Hari ini, kita bisa menyaksikan tidak sedikit orang yang berbondong-bondong mengatakan bahwa “Syariat islam itu usang dan tak pantas untuk ditegakkan”. Padahal, mereka yang mengatakan hal tersebut adalah orang yang mengaku sebagai seorang muslim. Boleh jadi, “Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (Q.S Albaqarah : 16).

Inilah orang yang rusak akalnya, yang menuntunnya dengan hawa nafsu. Sebagian ulama salaf mengatakan “Tiada seorang pun yang melanggar perintah Allah kecuali akalnya berkurang”

Hati-hatilah dengan kemaksiatan, karena kemaksiatan dapat merugikan kita, merusak amalan ibadah, dan membawa kita pada kehinaan. Hasan Bashri mengatakan “Bagaimanapun keadaannya, sesungguhnya kerendahan dan kehinaan tidak akan pernah berpisah dari hati mereka. Allah tidak suka merendahkan manusia kecuali orang yang melanggar perintah-Nya”.

Jauhilah kemaksiatan, sekecil apapun itu. Khawatirlah apabila kita telah menganggap biasa dosa-dosa yang kita lakukan. Bisa jadi, itu adalah azab yang Allah timpakan kepada kita, karena sesungguhnya “Hukuman terberat atas sebuah dosa” kata Ibnul Jauzi dalah Shaidul Khatir “adalah perasaan tidak berdosa.”Wallau’alam bishawab.

seorang manusia

No comments:

Sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama sepertimana Michelangelo melukis atau Beethoven memainkan muziknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya. Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang terdapat di Syurga dan dunia akan berhenti dan berkata di sinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan kerjanya dengan baik sekali. ....

Mutiara Hati

No comments:

Perlukah merasa kecil dan malu dihina? ? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala percuma tanpa perlu bersusah payah

Semulia-mulia manusia ialah siapa yang Mempunyai adab, merendah diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
(Khalifah Abdul Malik bin Marwan)

Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya maka tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya.
Sesungguhnya sebahagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.

Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, kerana jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) nescaya tumbuh sebahagiannya.

Mutiara Hati

No comments:

Perlukah merasa kecil dan malu dihina? ? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala percuma tanpa perlu bersusah payah

Semulia-mulia manusia ialah siapa yang Mempunyai adab, merendah diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
(Khalifah Abdul Malik bin Marwan)

Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya maka tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya.
Sesungguhnya sebahagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.

Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, kerana jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) nescaya tumbuh sebahagiannya.

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories