Permudahkan dan Jangan Menyukarkan

No comments:

Permudahkan dan Jangan Menyukarkan

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW, baginda bersabda: permudahlah dan jangan menyukarkan, berilah khabar gembira dan jangan membuat orang lari (menjauh). (HR Bukhari No: 67) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Manusia cenderung kepada perkara yang mudah jika dilakukan serta mengembirakan ketika melaksanakan.

2.  Dalam kita mendidik, gunakanlah hikmah dan kebijaksanaan yang boleh menyebabkan orang lain gembira dan suka melakukannya.

3.  Lemah lembut dalam melaksanakan amar makruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran), agar dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

4.  Gunakanlah metod yang pelbagai dan menarik serta bertahap dalam mengajarkan ilmu, kerana segala sesuatu yang dimulakan dengan yang mudah, ia akan dapat memikat hati dan menambah rasa cinta terhadap ilmu yang akan dipelajari.

5.  Janganlah kita menjadi penyebab orang lain jauh dari kebaikan yang ingin diajar.

Marilah kita permudahkan menyampaikan ilmu mengikut garis panduan syarak. Elakkan sesuatu yang menyukarkan sehingga menjadi penyebab orang menjauhkan diri untuk beramal.

Berterima Kasih Pada Manusia Bersyukur Kepada Allah

No comments:

Berterima Kasih Pada Manusia Bersyukur Kepada Allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, bererti ia belum bersyukur kepada Allah." (HR Tirmizi No: 1877) Status hadis : Hasan Sahih.

Pengajaran:

1.  Satu daripada sifat terpuji ialah mengucapkan terima kasih di atas pemberian serta pertolongan orang lain terhadap kita ...Jazakallahu khairan.

2.  Orang yang kebiasaannya tidak berterima kasih terhadap kebaikan orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka niscaya termasuk kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat Allah  dan tidak bersyukur kepada-Nya.

3.  Allah tidak menerima syukurnya seorang hamba atas kebaikan Allah kepadanya jika seorang hamba tidak berterima kasih kepada kebaikan orang lain dan kufur terhadap kebaikan mereka. (Sunan Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby, 5/ 157-158).

Ucaplah terima kasih ...jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) di atas kebaikan dan pertolongan orang lain kepada kita. Moga kita menjadi orang yang bersyukur.

Jadilah Cermin kepada Mukmin yang Lain

No comments:

Jadilah Cermin kepada Mukmin yang Lain

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ يَكُفُّ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ وَيَحُوطُهُ مِنْ وَرَائِهِ

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin itu cermin bagi mukmin yang lain, dan seorang mukmin itu saudara bagi mukmin yang lain; ia membantu saudaranya ketika kehilangan (ikut menanggung kesusahannya) serta menjaganya (membelanya) dari belakang." (HR Abu Daud No: 4272) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Seorang Mukmin apabila melihat akhlak mulia pada diri saudara mukminnya, maka dia akan mencontohinya. Jika dia melihat berbagai sifat tercela dalam diri saudaranya, dia mengetahui bahwa dirinya memiliki keburukan yang sama, maka dia segera berusaha membersihkan dan menyingkirkan sifat-sifat tercela itu dari dirinya.

2.  Seorang Mukmin apabila melihat sifat tercela pada diri saudara mukminnya, dia akan segera menasihatkan saudaranya itu untuk menghilangkannya. Dia menjadi cermin bagi saudara Mukminnya. Dengan nasihat yang diberi diharap dia sendiri dapat melihat aibnya, seperti cermin yang menampakkan keburukan wajah seseorang.

3.  Seorang Mukmin akan memandang Mukmin yang lain sesuai dengan keadaan hatinya. Jika hatinya baik, suci, jujur dan bersih dari sifat tercela, maka dalam pandangannya semua Mukmin yang lain juga baik. Dia berprasangka baik kepada seluruh Mukmin dan sama sekali tidak akan berfikiran buruk terhadap orang lain.

4.   Seorang mukmin akan saling bertolong bantu sesama mukmin jika berada di dalam kesusahan dan membela mukmin yang lain jika mereka dianiaya atau dizalimi.

Marilah kita jadi cermin kepada saudara Mukmin kita yang lain.

Ucapan Terima Kasih Bukti Hamba yang Bersyukur

No comments:

Ucapan Terima Kasih Bukti Hamba yang Bersyukur

Begitulah sedikit gambaran tentang ucapan terima kasih di dunia maya, bagaimana dengan yang terjadi di dunia nyata apakah lisan ini mudah mengucapkan terima kasih...???

Bagaimana caranya kita bisa menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur jika mengucapkan terima kasih saja susah, bukankah mengucapkan terima kasih atas kebaikan seseorang kepada kita termasuk bukti dan cara untuk menjadi hamba yang bersukur, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam :

" من لم يشكر الناس لم يشكر الله "

"Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah" (HR. Ahmad)

Dalam hadits yang lain disebutkan :

" أشكر الناس لله أشكرهم للناس "

"Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah mereka yang paling bersyukur kepada manusia" (HR. Al Bayhaqy)

Dalam hadits yang lain disebutkan :

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ

"dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah dia" (HR. Abu Daud no. 1672, An-Nasai: 5/82, dan Ahmad dalam Al-Musnad: 2/68,99)

Hadits-hadits diatas menujukkan kepada kita betapa pentingnya yang namanya  "terima kasih" kepada setiap orang yang telah memberikan atau berbuat kebaikan kepada kita.

Bahkan yang namanya bersyukur kepada Allah dan ber-Terima Kasih kepada sesama manusia itu adalah ibadah yang Allah Ta'ala perintahkan, sebagaimana dalam firman-Nya :

"Bersyukurlah kepada-Ku dan (berterima kasihlah) kepada dua orang ibu bapakmu" (Luqman [31] : 14)

Apakah setelah membaca ayat dan hadits diatas, kita masih sulit untuk berterima kasih...???
Jika jawabannya "ya", maka Sebagai seorang manusia biasa hal tersebut juga merupakan hal yang biasa karena memang manusia itu jarang yang biasa berterima kasih.

Allah Ta'ala berfirman :

"Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih." (Al Isro' [17] : 67)

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih." (Saba' [34] : 13)

Meskipun sifat "tidak biasa berterima kasih" adalah sifat yang biasa dimiliki kebanyakan orang namun tetap merupakan sifat yang tercela.

Oleh karena itu melalui tulisan ini kami ucapkan syukur terima kasih kepada Allah Ta'ala atas segala nikmat Nya kemudian kami ucapkan pula terima kasih kepada semua orang atas seluruh kebaikannya.

Hukum Membawa Handphone Di Depan Kaabah - Syeikh Nuruddin Al Banjari

No comments:

Hukum Membawa Handphone Di Depan Kaabah - Syeikh Nuruddin Al Banjari

SYEIKH Nuruddin Albanjari dalam sebuah ceramahnya pernah memberi soalan kepada para jamaahnya.

*"Kenapa tidak ada seorang pun pemain bola sepak yang membawa handphone mereka masuk padang ketika bertanding?*
Jamaah terdiam, tidak ada satu pun yang menjawab. Kemudian Syeikh melanjutkan.
"Sebab tidak ada kepentingan. Mereka hanya perlu fokus pada permainan mereka. "
*Jadi kenapa kita perlu membawa handphone ketika masuk ke rumah Allah atau Masjid? Adakah padang bola itu lebih mulia daripada masjid? Adakah bermain bola itu perlu lebih fokus atau khusyuk daripada solat?*
Mulai sekarang, belajarlah. Belajarlah untuk tidak menyibukkan diri dengan handphone, netbook, dan laptop dalam rumah Allah, kerana tiada urusan yang lebih penting daripada urusan kita dengan Allah.
"Jaga adab kita dengan Allah."

*Syeikh Abdurrahman Assudais, Imam Mesjidil Haram, di suatu masa ketika mengimamkan solat di depan Kaabah, beliau mendengar suara alunan muzik dari salah satu handphone milik seorang jemaah yang turut bersolat dibelakangnya.*

Setelah selesai solat beliau bangkit *sambil menangis,* ia berkata kepada jamaah solat,
*"Saya belum pernah mendengar muzik di rumah saya, tetapi hari ini saya mendengar muzik di rumah Allah".*

Ganjaran Membantu Ibu Tunggal & Orang Miskin

No comments:

Ganjaran Membantu Ibu Tunggal & Orang Miskin

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi SAW  bersabda: "Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin (pahalanya) seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang qiamullail di malam hari atau  yang berpuasa di siang harinya." (HR Bukhari No: 4934) Status: Sahih

Pengajaran:

1.  Setiap Muslim dituntut agar berbuat baik kepada sesama makhluk.

2.  Antara perbuatan baik yang dilakukan ialah membantu golongan ibu tunggal yang lemah dan perlukan bantuan serta orang-orang miskin.

3.  Orang yang membantu ibu tunggal dan orang miskin yang serba kekurangan, ganjarannya seumpama orang yang berjihad dijalan Allah atau yang melakukan qiamullail di malam hari dan berpuasa sunat di siang hari.

4. Pelbagai bentuk bantuan yang boleh dihulurkan seperti barangan dapur, pembiayaan sekolah anak-anak, peluang pekerjaan, memberi nasihat dan dorongan serta lain-lain.

Marilah kita bertolong bantu mewujudkan negara yang rahmah.

Anak Pelindung Api Neraka

No comments:

Anak Pelindung Api Neraka

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ مَنْ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ

Dari 'Aisyah RA berkata; Telah datang seorang wanita bersama dua puterinya menemuiku untuk meminta sesuatu namun aku tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma lalu aku berikan kepadanya. Lalu wanita itu membahagi kurma itu menjadi dua bahagian yang diberikannya untuk kedua puterinya sedangkan dia tidak memakan sedikitpun. Lalu wanita itu berdiri untuk segera pergi. Ketika itulah Nabi SAW datang kepada kami, lalu aku khabarkan masalah itu, maka baginda bersabda: "Siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anak ini (mengurus anak-anak perempuannya), maka mereka akan menjadi pelindung dari api neraka baginya".(HR Bukhari No: 1329) Status Hadis: Sahih

Pengajaran:

1.  Kewajipan ibu dan bapa ialah menyediakan keperluan asas harian anak-anak seperti makan minum, pakaian dan tempat tinggal.

2.  Ibu bapa sewajarnya mengurus keperluan anak-anak dan mengutamakan dengan mendahulukan mereka walaupun ibu bapa terpaksa mengikat perut.

3.  Anak-anak yang dididahulukan keperluannya oleh ibu bapa (mengurus anak-anak perempuan)  akan menjadi pelindung ibu bapa daripada api neraka.

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories