MEMAJANG FOTO DI DALAM RUMAH

No comments:

MEMAJANG FOTO DI DALAM RUMAH

_Tanya:_
_Bismillah_
_Apa hukum memajang foto atau gambar di dalam rumah?_
_Mohon penjelasannya._
_Jazakumullohu khoiron._

```Jawab :```
_1⃣. Hukum foto sama dengan gambar secara umum, baik berdimensi (memiliki relief) maupun tidak. Sama hukumnya dalam hal pembuatan dan pemajangan. Keduanya haram dalam Islam._

_2⃣. Hukum foto dan gambar makhluk yang memiliki roh berupa manusia, binatang, dan selainnya adalah haram dan terlarang, kecuali dalam sebagian kondisi yang menuntut adanya gambar tersebut, yakni pada KTP, SIM, akta nikah, ijazah, paspor, dan selainnya._

*Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,*

لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ

_"Para malaikat tidak akan masuk ke suatu rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (makhluk bernyawa)."_
_[HR. Al-Bukhariy no. 3225 dan Muslim no. 2106 dari Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu]_

_Hadits ini menunjukkan keharaman menyimpan gambar karena hal itu menjadi sebab menjauhnya para malaikat._

_Foto atau gambar makhluk bernyawa adalah sebab terhalangnya malaikat masuk ke dalam rumah. Jadi, wasilah dan sarana yang menjadikan terhalang (berupa membuat dan memajang gambar) adalah haram._

_Wallahu A'lam bishshawab_

_✍��Ustadz Abdul Qodir, Lc._

Mukmin Paling Sempurna Iman Paling Baik Akhlak

No comments:

Mukmin Paling Sempurna Iman Paling Baik Akhlak

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُهُمْ خِيَارُهُمْ لِنِسَائِهِمْ

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara mereka adalah yang terbaik terhadap isteri-isterinya." (HR Ahmad No: 7095) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Akhlak adalah ukuran keimanan seseorang.

2.  Mukmin yang paling sempurna iman adalah yang paling baik akhlak.

3. Akhlak terpuji dengan saling berkasih sayang, bersifat rahmah sesama insan, tidak menghina, mentohmah dan mengadu domba berkait rapat dengan kesempurnaan iman seseorang.

4.  Orang yang terbaik adalah yang paling baik terhadap isteri mereka.

5.  Berakhlak baik pada isteri berkait rapat dengan tahap iman seseorang.

Jadilah orang yang paling berakhlak dalam kehidupan termasuk dalam berkeluarga untuk menjadi mukmin yang paling sempurna.

Akhlak Timbangan Paling Berat Di akhirat

No comments:

Akhlak Timbangan Paling Berat Di akhirat

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ

Dari Abu Darda ia berkata; Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai darjat orang yang berpuasa dan solat." (HR Tirmizi No: 1926) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang. Darinya akan melahirkan tindakan, perlakuan atau perilaku amalan.

2.  Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

3.  Timbangan ganjaran yang paling berat pada seseorang di akhirat nanti adalah akhlak yang baik.

4.  Kedudukan orang yang memiliki akhlak yang baik menyamai darjat orang yang berpuasa dan bersolat.

5.  Tidak bermanfaat solat dan puasa jika tidak disertai dengan akhlak terpuji.

Suburkanlah akhlak terpuji dalam diri kita agar ia menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak.

Banyak Ketawa Mematikan Hati

No comments:

Banyak Ketawa Mematikan Hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian banyak tertawa, kerana banyak tertawa akan mematikan hati." (HR Ibnu Majah No: 4183) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Ketawa adalah fitrah manusia, namun perlu berkadaran bukan berlebihan.

2.  Kata Abul-Fath Al-Busti, seorang penyair terkenal:

Berikanlah istirehat pada tabiat kerasmu yang serius
Relekkan dahulu dan hiasilah dengan sedikit gurau senda
Tetapi jika engkau berikan gurau senda kepadanya, jadikanlah ia
Seperti kadar engkau memasukkan garam kepada makanan

3.  Jangan banyak tertawa kerana ia akan mematikan hati. Kata al-Mawardi:

وَأَمَّا الضَّحِكُ فَإِنَّ اعْتِيَادَهُ شَاغِلٌ عَنْ النَّظَرِ فِي الْأُمُورِ الْمُهِمَّةِ ، مُذْهِلٌ عَنْ الْفِكْرِ فِي النَّوَائِبِ الْمُلِمَّةِ. وَلَيْسَ لِمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ هَيْبَةٌ وَلَا وَقَارٌ، وَلَا لِمَنْ وُصِمَ بِهِ خَطَرٌ وَلَا مِقْدَارٌ.

Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka ia akan melalaikan dan melupakannya dari melihat perkara yang penting. Orang yang banyak tertawa, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Orang yang terkenal banyak ketawa tidak akan memiliki kedudukan dan martabat

4.  Ingatlah pesanan Rasulullah: Dari Abu Hurairah ia berkata: Suatu ketika Nabi SAW mendatangi sekelompok sahabat yang sedang tertawa sambil berbincang. Baginda bersabda: Demi jiwaku ditangan Nya, andai kata kalian tahu apa yang aku ketahui nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR Ibnu Hibban 2/73) Status: Sahih dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Sahihah (3193).

5.  Wasiat Hasan Al-Bana: Jangan terlalu banyak tertawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah akan tenteram dan tenang.

Marilah kita hidup dalam suasana banyak senyuman dan mengurangkan ketawa yang melalaikan. 

Banyak Ketawa Mematikan Hati

No comments:

Banyak Ketawa Mematikan Hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian banyak tertawa, kerana banyak tertawa akan mematikan hati." (HR Ibnu Majah No: 4183) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Ketawa adalah fitrah manusia, namun perlu berkadaran bukan berlebihan.

2.  Kata Abul-Fath Al-Busti, seorang penyair terkenal:

Berikanlah istirehat pada tabiat kerasmu yang serius
Relekkan dahulu dan hiasilah dengan sedikit gurau senda
Tetapi jika engkau berikan gurau senda kepadanya, jadikanlah ia
Seperti kadar engkau memasukkan garam kepada makanan

3.  Jangan banyak tertawa kerana ia akan mematikan hati. Kata al-Mawardi:

وَأَمَّا الضَّحِكُ فَإِنَّ اعْتِيَادَهُ شَاغِلٌ عَنْ النَّظَرِ فِي الْأُمُورِ الْمُهِمَّةِ ، مُذْهِلٌ عَنْ الْفِكْرِ فِي النَّوَائِبِ الْمُلِمَّةِ. وَلَيْسَ لِمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ هَيْبَةٌ وَلَا وَقَارٌ، وَلَا لِمَنْ وُصِمَ بِهِ خَطَرٌ وَلَا مِقْدَارٌ.

Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka ia akan melalaikan dan melupakannya dari melihat perkara yang penting. Orang yang banyak tertawa, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Orang yang terkenal banyak ketawa tidak akan memiliki kedudukan dan martabat

4.  Ingatlah pesanan Rasulullah: Dari Abu Hurairah ia berkata: Suatu ketika Nabi SAW mendatangi sekelompok sahabat yang sedang tertawa sambil berbincang. Baginda bersabda: Demi jiwaku ditangan Nya, andai kata kalian tahu apa yang aku ketahui nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR Ibnu Hibban 2/73) Status: Sahih dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Sahihah (3193).

5.  Wasiat Hasan Al-Bana: Jangan terlalu banyak tertawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah akan tenteram dan tenang.

Marilah kita hidup dalam suasana banyak senyuman dan mengurangkan ketawa yang melalaikan. 

Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

No comments:

Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ: يَا أُمَّ فُلاَنٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ. قَالَ: فَوَلَّتْ تَبْكِي فَقَالَ: أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ : إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا عُرُبًا أَتْرَابًا (الواقعة آية رقم : 35 - 37)

Dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi SAW. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam syurga!’ Baginda pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Polan! Sesungguhnya syurga tidak dimasuki oleh nenek tua. Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Baginda pun mengatakan, ‘Khabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk syurga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah berfirman: Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung (35). Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (36). Penuh cinta lagi sebaya umurnya (37).” (Al-Waqi’ah) (HR At-Tirmizi No: 238)

Pengajaran:

1.  Rasulullah bergurau dengan sahabat untuk mengembirakan, namun dalam batas yang tidak berlebihan hingga membawa sifat berbohong.

2.  Rasulullah bergurau dengan perempuan tua, walaupun pada awalnya menyedihkan namun diakhirnya mengembirakan dan menyebabkan perempuan itu tersenyum dan tertawa gembira.

3.  Orang yang terlalu serius dalam urusan kehidupannya akan cepat penat dan kecewa.

4.  Kita boleh bergurau dengan kadar yang tidak berlebihan serta berusaha mengawal lidahnya ketika bergurau agar bertutur dalam perkara yang bermanfaat dan menjauhi dusta.

5.  Wasiat Hassan Al-Banna: Jangan terlalu banyak bergurau kerana orang Islam yang sedang berjuang tidak mengerti erti bergurau melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

No comments:

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

Jawaban :

Asal hukum berpakaian adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarang.
Berkaitan dengan berpakaian warna merah adalah hal yang di bolehkan, bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Al Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣَﺮْﺑُﻮﻋًﺎ ، ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﻓِﻰ ﺣُﻠَّﺔٍ ﺣَﻤْﺮَﺍﺀَ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ

_"Adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki postur tubuh sedang, dan aku pernah melihatnya memakai pakaian merah, dan aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tampan dari Beliau. "_
Muttafaqun 'alaih

'Amir Al Muzani radhiyallahu 'anhu juga pernah berkata;

ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻤﻨﻰ ﻳﺨﻄﺐ ﻋﻠﻰ ﺑﻐﻠﺔ , ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺑُﺮْﺩٌ ﺃﺣﻤﺮ , ﻭﻋَﻠﻲٌّ ﺃﻣﺎﻣﻪ ﻳُﻌَﺒِّﺮُ

_" Aku melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkhutbah di Mina diatas tunggangannya dan Beliau memakai selendang berwarna merah, sedangkan Ali berada dihadapannya menjelaskan."_
HR. Abu Daud.

Dan telah datang beberapa hadits lainnya yang menunjukkan bolehnya hal tsb.
Walaupun sebagaimana dimaklumi bahwa pakaian putih adalah pakaian terbaik bagi seorang lelaki.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

البسوا من ثيابكم البياض وكفنوا موتاكم

_"Berpakaian lah dg warna putih dan kafanilah mayat kalian dengannya."_

Wallohu a'lam.

Dijawab oleh :

Ust. Fauzan Abu Muhammad.

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories