Akhlak Timbangan Paling Berat Di akhirat

No comments:

Akhlak Timbangan Paling Berat Di akhirat

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ

Dari Abu Darda ia berkata; Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai darjat orang yang berpuasa dan solat." (HR Tirmizi No: 1926) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang. Darinya akan melahirkan tindakan, perlakuan atau perilaku amalan.

2.  Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

3.  Timbangan ganjaran yang paling berat pada seseorang di akhirat nanti adalah akhlak yang baik.

4.  Kedudukan orang yang memiliki akhlak yang baik menyamai darjat orang yang berpuasa dan bersolat.

5.  Tidak bermanfaat solat dan puasa jika tidak disertai dengan akhlak terpuji.

Suburkanlah akhlak terpuji dalam diri kita agar ia menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak.

Banyak Ketawa Mematikan Hati

No comments:

Banyak Ketawa Mematikan Hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian banyak tertawa, kerana banyak tertawa akan mematikan hati." (HR Ibnu Majah No: 4183) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Ketawa adalah fitrah manusia, namun perlu berkadaran bukan berlebihan.

2.  Kata Abul-Fath Al-Busti, seorang penyair terkenal:

Berikanlah istirehat pada tabiat kerasmu yang serius
Relekkan dahulu dan hiasilah dengan sedikit gurau senda
Tetapi jika engkau berikan gurau senda kepadanya, jadikanlah ia
Seperti kadar engkau memasukkan garam kepada makanan

3.  Jangan banyak tertawa kerana ia akan mematikan hati. Kata al-Mawardi:

وَأَمَّا الضَّحِكُ فَإِنَّ اعْتِيَادَهُ شَاغِلٌ عَنْ النَّظَرِ فِي الْأُمُورِ الْمُهِمَّةِ ، مُذْهِلٌ عَنْ الْفِكْرِ فِي النَّوَائِبِ الْمُلِمَّةِ. وَلَيْسَ لِمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ هَيْبَةٌ وَلَا وَقَارٌ، وَلَا لِمَنْ وُصِمَ بِهِ خَطَرٌ وَلَا مِقْدَارٌ.

Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka ia akan melalaikan dan melupakannya dari melihat perkara yang penting. Orang yang banyak tertawa, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Orang yang terkenal banyak ketawa tidak akan memiliki kedudukan dan martabat

4.  Ingatlah pesanan Rasulullah: Dari Abu Hurairah ia berkata: Suatu ketika Nabi SAW mendatangi sekelompok sahabat yang sedang tertawa sambil berbincang. Baginda bersabda: Demi jiwaku ditangan Nya, andai kata kalian tahu apa yang aku ketahui nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR Ibnu Hibban 2/73) Status: Sahih dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Sahihah (3193).

5.  Wasiat Hasan Al-Bana: Jangan terlalu banyak tertawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah akan tenteram dan tenang.

Marilah kita hidup dalam suasana banyak senyuman dan mengurangkan ketawa yang melalaikan. 

Banyak Ketawa Mematikan Hati

No comments:

Banyak Ketawa Mematikan Hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian banyak tertawa, kerana banyak tertawa akan mematikan hati." (HR Ibnu Majah No: 4183) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1.  Ketawa adalah fitrah manusia, namun perlu berkadaran bukan berlebihan.

2.  Kata Abul-Fath Al-Busti, seorang penyair terkenal:

Berikanlah istirehat pada tabiat kerasmu yang serius
Relekkan dahulu dan hiasilah dengan sedikit gurau senda
Tetapi jika engkau berikan gurau senda kepadanya, jadikanlah ia
Seperti kadar engkau memasukkan garam kepada makanan

3.  Jangan banyak tertawa kerana ia akan mematikan hati. Kata al-Mawardi:

وَأَمَّا الضَّحِكُ فَإِنَّ اعْتِيَادَهُ شَاغِلٌ عَنْ النَّظَرِ فِي الْأُمُورِ الْمُهِمَّةِ ، مُذْهِلٌ عَنْ الْفِكْرِ فِي النَّوَائِبِ الْمُلِمَّةِ. وَلَيْسَ لِمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ هَيْبَةٌ وَلَا وَقَارٌ، وَلَا لِمَنْ وُصِمَ بِهِ خَطَرٌ وَلَا مِقْدَارٌ.

Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka ia akan melalaikan dan melupakannya dari melihat perkara yang penting. Orang yang banyak tertawa, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Orang yang terkenal banyak ketawa tidak akan memiliki kedudukan dan martabat

4.  Ingatlah pesanan Rasulullah: Dari Abu Hurairah ia berkata: Suatu ketika Nabi SAW mendatangi sekelompok sahabat yang sedang tertawa sambil berbincang. Baginda bersabda: Demi jiwaku ditangan Nya, andai kata kalian tahu apa yang aku ketahui nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (HR Ibnu Hibban 2/73) Status: Sahih dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Sahihah (3193).

5.  Wasiat Hasan Al-Bana: Jangan terlalu banyak tertawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah akan tenteram dan tenang.

Marilah kita hidup dalam suasana banyak senyuman dan mengurangkan ketawa yang melalaikan. 

Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

No comments:

Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ: يَا أُمَّ فُلاَنٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ. قَالَ: فَوَلَّتْ تَبْكِي فَقَالَ: أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ : إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا عُرُبًا أَتْرَابًا (الواقعة آية رقم : 35 - 37)

Dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi SAW. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam syurga!’ Baginda pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Polan! Sesungguhnya syurga tidak dimasuki oleh nenek tua. Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Baginda pun mengatakan, ‘Khabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk syurga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah berfirman: Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung (35). Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (36). Penuh cinta lagi sebaya umurnya (37).” (Al-Waqi’ah) (HR At-Tirmizi No: 238)

Pengajaran:

1.  Rasulullah bergurau dengan sahabat untuk mengembirakan, namun dalam batas yang tidak berlebihan hingga membawa sifat berbohong.

2.  Rasulullah bergurau dengan perempuan tua, walaupun pada awalnya menyedihkan namun diakhirnya mengembirakan dan menyebabkan perempuan itu tersenyum dan tertawa gembira.

3.  Orang yang terlalu serius dalam urusan kehidupannya akan cepat penat dan kecewa.

4.  Kita boleh bergurau dengan kadar yang tidak berlebihan serta berusaha mengawal lidahnya ketika bergurau agar bertutur dalam perkara yang bermanfaat dan menjauhi dusta.

5.  Wasiat Hassan Al-Banna: Jangan terlalu banyak bergurau kerana orang Islam yang sedang berjuang tidak mengerti erti bergurau melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

No comments:

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

Jawaban :

Asal hukum berpakaian adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarang.
Berkaitan dengan berpakaian warna merah adalah hal yang di bolehkan, bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Al Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣَﺮْﺑُﻮﻋًﺎ ، ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﻓِﻰ ﺣُﻠَّﺔٍ ﺣَﻤْﺮَﺍﺀَ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ

_"Adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki postur tubuh sedang, dan aku pernah melihatnya memakai pakaian merah, dan aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tampan dari Beliau. "_
Muttafaqun 'alaih

'Amir Al Muzani radhiyallahu 'anhu juga pernah berkata;

ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻤﻨﻰ ﻳﺨﻄﺐ ﻋﻠﻰ ﺑﻐﻠﺔ , ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺑُﺮْﺩٌ ﺃﺣﻤﺮ , ﻭﻋَﻠﻲٌّ ﺃﻣﺎﻣﻪ ﻳُﻌَﺒِّﺮُ

_" Aku melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkhutbah di Mina diatas tunggangannya dan Beliau memakai selendang berwarna merah, sedangkan Ali berada dihadapannya menjelaskan."_
HR. Abu Daud.

Dan telah datang beberapa hadits lainnya yang menunjukkan bolehnya hal tsb.
Walaupun sebagaimana dimaklumi bahwa pakaian putih adalah pakaian terbaik bagi seorang lelaki.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

البسوا من ثيابكم البياض وكفنوا موتاكم

_"Berpakaian lah dg warna putih dan kafanilah mayat kalian dengannya."_

Wallohu a'lam.

Dijawab oleh :

Ust. Fauzan Abu Muhammad.

Jika Nikmat Allah tak disyukuri lagi

No comments:

Jika Nikmat Allah tak disyukuri lagi

��Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman didalam al qur_an;

ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻐَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢ

*_"Jika kalian menghitung nikmat-nikmat Allah maka pastilah kalian tidak akan mampu untuk menghitungnya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang"._*
QS. An Nahl: 18.

���� Itulah kesimpulan nikmat Allah kepada hamba-Nya yang begitu banyak dan berlimpah hingga tak ada seorang makhluk pun mampu untuk menghitung kenikmatan yang Allah anugerahkan tersebut.

✔ Tentunya banyaknya kenikmatan tersebut mengharuskan seorang hamba untuk mensyukuri kenikmatan tersebut dan tidak kufur dan ingkar kepada sang pemberi kenikmatan.
����Dan diantara kebaikan dan keluasan rahmat Allah adalah jika seorang hamba bersyukur terhadap karunia dan kenikmatan tersebut sungguh kebaikan dari kesyukuran tersebut akan kembali kepada hamba itu sendiri, namun sebaliknya balasan dari kufur nikmat dan keingkaran terhadap nikmat tersebut adalah Allah akan merubah kenikmatan tersebut menjadi suatu bencana dan malapetaka bagi hamba tersebut.

��Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman:

ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ

*_"Dan (ingatlah) tatkala rabb kalian mengumumkan bahwa jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan menambahkan (nikmat-Ku) untuk kalian, dan jika kalian ingkar (kufur) sesungguhnya siksaanku sangatlah pedih"._*
QS. Ibrahim: 7.

�� Berkata Ibnu Rajab -rahimahullah-:

ﻟﻜﻦ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ﺑﻬﺪﺍﻳﺘﻪ ﻟﺸﻜﺮ ﻧﻌﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﻤﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻪ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ، ﻓﺈﻥَّ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﺇﻥْ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺸُّﻜﺮُ كانت بلية

_"Akan tetapi kenikmatan Allah terhadap hamba-Nya berupa petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan memuji-muji-Nya adalah nikmat yang lebih utama dari nikmat duniawi, karena nikmat duniawi jika tidak bergandengan dengan kesyukuran maka menjadilah suatu bencana"._
_________
��Jami'ul 'Ulum Wal Hikam (2/82).

�� Berkata Abu Hazim -rahimahullah-:

ﻛﻞ ﻧﻌﻤﺔ ﻻ ﺗﻘﺮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻓﻬﻲ ﺑﻠﻴﺔ

_"Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah musibah"._
________
��Hilyatul Auliya’ (1/497)

�� Berkata Al Hasan Al Bashri -rahimahullah-:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻴُﻤَﺘِّﻊُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻌْﻤَﺔِ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺸْﻜَﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻗَﻠَﺒَﻬَﺎ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ

_"Sesungguhnya Allah memberikan suatu kenikmatan dengan perkara yang Dia kehendaki, sehingga jika nikmat tersebut tidak disyukuri maka Dia mengubahnya menjadi suatu siksaan"._
_________
��Mausu'ah Ibnu Abid Dun_ya (1/480).

Wallohu a'lam.

�� Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy

______

Keutamaan Al Qur_an

No comments:

Keutamaan Al Qur_an

Dari Ibnu Mas'ud _radhiyallahu 'anhu_ berkata:
Rasulullah _shalallahu alaihi wasallam_ bersabda:

«من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة، والحسنة بعشرة امثالها، فلا اقول آلم حرف ولكن الِفٌ حرف، ولام حرف، وميم حرف».

_"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya kebaikan dan sepuluh kali lipat lagi kebaikan darinya, aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif adalah satu huruf, Laam adalah satu huruf dan Miim adalah satu huruf."_
____
HR. At Tirmidzi (2835)

▪ Berkata Abdullah bin Mas'ud _radhiyallahu 'anhu_:

«من كان يحب أن يعلم أنه يحب الله، فليعرض نفسه على القرآن، فإن أحب القرآن فهو يحب الله فإنما القرآن كلام الله».

_"Barangsiapa yang senang untuk mengetahui apakah ia mencintai Allah maka hendaklah ia perhadapkan dirinya dengan Alquran, jika ia mencintai Alquran maka ia sungguh mencintai Allah, karena Alquran adalah Kalamulloh. "_
______
�� Tazkiyatun Nufus (1/39)

▪ Berkata Syeikh Ibnu Baaz _rahimahullah_:

«أحسن كتاب، وأعظم كتاب، وأصدق كتاب، يجب أن يُقرأ في تعليم العقيدة، والأحكام، والأخلاق، "هو كتاب الله"».

_" Kitab yang terbaik, kitab yang teragung, kitab yang paling benar, yang wajib untuk dibaca didalam mempelajari aqidah, hukum-hukum, akhlaq >>> adalah Kitabullah. "_
_______
�� Majmu' Al Fatawa (7/70)

▪ Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rahimahullah_:

«ما رأيت شيئاً يُغذي العقل والروح، ويحفظ الجسم، ويضمن السعادة، أكثر من إدامة النظر في كتاب الله تعالى».

_" Aku tidak pernah melihat suatu perkara yang lebih menyehatkan akal dan ruh serta menjaga tubuh dan terkandung didalamnya kebahagiaan yang lebih banyak manfaatnya dari memperhatikan Kitab Allah ta'ala."_
______
�� Majmu' Al Fatawa (7/493)

▪ Beliau juga berkata:

«فالمؤمن إذا سمع القرآن، وعقله، وتدبره، بان أثره عليه، فشُبّه بالبلد الطيب».

_"Maka seorang mukmin itu jika mendengarkan Alquran serta memahami dan mentadabburi nya maka akan memberikan pengaruh bagi dirinya, dan Allah perumpamakan ia dengan negeri yang baik. "_
_______
��  Ba'da_i'ut Tafsiir (1/410)

▪Berkata Syeikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:

«مهما طلبت من الأطباء أن يزول عنك ما في قلبك فلن تجد مثل القرآن» .

_" Bagaimanapun engkau mencari pada dokter ahli untuk mengobati penyakit hatimu maka tidaklah ada yang semisal Alquran.*_
______
�� Syarhul Kafiyah Asy Syafiyah (1/198)

▪Berkata Ibnu Jauzy _rahimahullah_:

«تلاوة القرآن تعمل في أمراض الفؤاد ما يعمله العسل في علل الأجساد».

_"Bacaan Alquran berfungsi menyembuhkan penyakit hati seperti madu menyembuhkan penyakit tubuh. "_
________
�� At Tabshiroh (79)

✍�� Ust Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy
_____________

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories