Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

No comments:

Bergurau Yang Dibenarkan dalam islam

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ فَقَالَ: يَا أُمَّ فُلاَنٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ. قَالَ: فَوَلَّتْ تَبْكِي فَقَالَ: أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ : إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا عُرُبًا أَتْرَابًا (الواقعة آية رقم : 35 - 37)

Dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi SAW. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam syurga!’ Baginda pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Polan! Sesungguhnya syurga tidak dimasuki oleh nenek tua. Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Baginda pun mengatakan, ‘Khabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk syurga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah berfirman: Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung (35). Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (36). Penuh cinta lagi sebaya umurnya (37).” (Al-Waqi’ah) (HR At-Tirmizi No: 238)

Pengajaran:

1.  Rasulullah bergurau dengan sahabat untuk mengembirakan, namun dalam batas yang tidak berlebihan hingga membawa sifat berbohong.

2.  Rasulullah bergurau dengan perempuan tua, walaupun pada awalnya menyedihkan namun diakhirnya mengembirakan dan menyebabkan perempuan itu tersenyum dan tertawa gembira.

3.  Orang yang terlalu serius dalam urusan kehidupannya akan cepat penat dan kecewa.

4.  Kita boleh bergurau dengan kadar yang tidak berlebihan serta berusaha mengawal lidahnya ketika bergurau agar bertutur dalam perkara yang bermanfaat dan menjauhi dusta.

5.  Wasiat Hassan Al-Banna: Jangan terlalu banyak bergurau kerana orang Islam yang sedang berjuang tidak mengerti erti bergurau melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

No comments:

Bagaimana hukumnya memakai baju warna merah polos

Jawaban :

Asal hukum berpakaian adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarang.
Berkaitan dengan berpakaian warna merah adalah hal yang di bolehkan, bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Al Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣَﺮْﺑُﻮﻋًﺎ ، ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﻓِﻰ ﺣُﻠَّﺔٍ ﺣَﻤْﺮَﺍﺀَ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ

_"Adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki postur tubuh sedang, dan aku pernah melihatnya memakai pakaian merah, dan aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tampan dari Beliau. "_
Muttafaqun 'alaih

'Amir Al Muzani radhiyallahu 'anhu juga pernah berkata;

ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻤﻨﻰ ﻳﺨﻄﺐ ﻋﻠﻰ ﺑﻐﻠﺔ , ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺑُﺮْﺩٌ ﺃﺣﻤﺮ , ﻭﻋَﻠﻲٌّ ﺃﻣﺎﻣﻪ ﻳُﻌَﺒِّﺮُ

_" Aku melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkhutbah di Mina diatas tunggangannya dan Beliau memakai selendang berwarna merah, sedangkan Ali berada dihadapannya menjelaskan."_
HR. Abu Daud.

Dan telah datang beberapa hadits lainnya yang menunjukkan bolehnya hal tsb.
Walaupun sebagaimana dimaklumi bahwa pakaian putih adalah pakaian terbaik bagi seorang lelaki.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

البسوا من ثيابكم البياض وكفنوا موتاكم

_"Berpakaian lah dg warna putih dan kafanilah mayat kalian dengannya."_

Wallohu a'lam.

Dijawab oleh :

Ust. Fauzan Abu Muhammad.

Jika Nikmat Allah tak disyukuri lagi

No comments:

Jika Nikmat Allah tak disyukuri lagi

��Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman didalam al qur_an;

ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻐَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢ

*_"Jika kalian menghitung nikmat-nikmat Allah maka pastilah kalian tidak akan mampu untuk menghitungnya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang"._*
QS. An Nahl: 18.

���� Itulah kesimpulan nikmat Allah kepada hamba-Nya yang begitu banyak dan berlimpah hingga tak ada seorang makhluk pun mampu untuk menghitung kenikmatan yang Allah anugerahkan tersebut.

✔ Tentunya banyaknya kenikmatan tersebut mengharuskan seorang hamba untuk mensyukuri kenikmatan tersebut dan tidak kufur dan ingkar kepada sang pemberi kenikmatan.
����Dan diantara kebaikan dan keluasan rahmat Allah adalah jika seorang hamba bersyukur terhadap karunia dan kenikmatan tersebut sungguh kebaikan dari kesyukuran tersebut akan kembali kepada hamba itu sendiri, namun sebaliknya balasan dari kufur nikmat dan keingkaran terhadap nikmat tersebut adalah Allah akan merubah kenikmatan tersebut menjadi suatu bencana dan malapetaka bagi hamba tersebut.

��Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman:

ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ

*_"Dan (ingatlah) tatkala rabb kalian mengumumkan bahwa jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan menambahkan (nikmat-Ku) untuk kalian, dan jika kalian ingkar (kufur) sesungguhnya siksaanku sangatlah pedih"._*
QS. Ibrahim: 7.

�� Berkata Ibnu Rajab -rahimahullah-:

ﻟﻜﻦ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ﺑﻬﺪﺍﻳﺘﻪ ﻟﺸﻜﺮ ﻧﻌﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﻤﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻪ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ، ﻓﺈﻥَّ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﻮﻳﺔ ﺇﻥْ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﺮﻥ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺸُّﻜﺮُ كانت بلية

_"Akan tetapi kenikmatan Allah terhadap hamba-Nya berupa petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan memuji-muji-Nya adalah nikmat yang lebih utama dari nikmat duniawi, karena nikmat duniawi jika tidak bergandengan dengan kesyukuran maka menjadilah suatu bencana"._
_________
��Jami'ul 'Ulum Wal Hikam (2/82).

�� Berkata Abu Hazim -rahimahullah-:

ﻛﻞ ﻧﻌﻤﺔ ﻻ ﺗﻘﺮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻓﻬﻲ ﺑﻠﻴﺔ

_"Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah musibah"._
________
��Hilyatul Auliya’ (1/497)

�� Berkata Al Hasan Al Bashri -rahimahullah-:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻴُﻤَﺘِّﻊُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻌْﻤَﺔِ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺸْﻜَﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻗَﻠَﺒَﻬَﺎ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ

_"Sesungguhnya Allah memberikan suatu kenikmatan dengan perkara yang Dia kehendaki, sehingga jika nikmat tersebut tidak disyukuri maka Dia mengubahnya menjadi suatu siksaan"._
_________
��Mausu'ah Ibnu Abid Dun_ya (1/480).

Wallohu a'lam.

�� Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy

______

Keutamaan Al Qur_an

No comments:

Keutamaan Al Qur_an

Dari Ibnu Mas'ud _radhiyallahu 'anhu_ berkata:
Rasulullah _shalallahu alaihi wasallam_ bersabda:

«من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة، والحسنة بعشرة امثالها، فلا اقول آلم حرف ولكن الِفٌ حرف، ولام حرف، وميم حرف».

_"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya kebaikan dan sepuluh kali lipat lagi kebaikan darinya, aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif adalah satu huruf, Laam adalah satu huruf dan Miim adalah satu huruf."_
____
HR. At Tirmidzi (2835)

▪ Berkata Abdullah bin Mas'ud _radhiyallahu 'anhu_:

«من كان يحب أن يعلم أنه يحب الله، فليعرض نفسه على القرآن، فإن أحب القرآن فهو يحب الله فإنما القرآن كلام الله».

_"Barangsiapa yang senang untuk mengetahui apakah ia mencintai Allah maka hendaklah ia perhadapkan dirinya dengan Alquran, jika ia mencintai Alquran maka ia sungguh mencintai Allah, karena Alquran adalah Kalamulloh. "_
______
�� Tazkiyatun Nufus (1/39)

▪ Berkata Syeikh Ibnu Baaz _rahimahullah_:

«أحسن كتاب، وأعظم كتاب، وأصدق كتاب، يجب أن يُقرأ في تعليم العقيدة، والأحكام، والأخلاق، "هو كتاب الله"».

_" Kitab yang terbaik, kitab yang teragung, kitab yang paling benar, yang wajib untuk dibaca didalam mempelajari aqidah, hukum-hukum, akhlaq >>> adalah Kitabullah. "_
_______
�� Majmu' Al Fatawa (7/70)

▪ Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rahimahullah_:

«ما رأيت شيئاً يُغذي العقل والروح، ويحفظ الجسم، ويضمن السعادة، أكثر من إدامة النظر في كتاب الله تعالى».

_" Aku tidak pernah melihat suatu perkara yang lebih menyehatkan akal dan ruh serta menjaga tubuh dan terkandung didalamnya kebahagiaan yang lebih banyak manfaatnya dari memperhatikan Kitab Allah ta'ala."_
______
�� Majmu' Al Fatawa (7/493)

▪ Beliau juga berkata:

«فالمؤمن إذا سمع القرآن، وعقله، وتدبره، بان أثره عليه، فشُبّه بالبلد الطيب».

_"Maka seorang mukmin itu jika mendengarkan Alquran serta memahami dan mentadabburi nya maka akan memberikan pengaruh bagi dirinya, dan Allah perumpamakan ia dengan negeri yang baik. "_
_______
��  Ba'da_i'ut Tafsiir (1/410)

▪Berkata Syeikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:

«مهما طلبت من الأطباء أن يزول عنك ما في قلبك فلن تجد مثل القرآن» .

_" Bagaimanapun engkau mencari pada dokter ahli untuk mengobati penyakit hatimu maka tidaklah ada yang semisal Alquran.*_
______
�� Syarhul Kafiyah Asy Syafiyah (1/198)

▪Berkata Ibnu Jauzy _rahimahullah_:

«تلاوة القرآن تعمل في أمراض الفؤاد ما يعمله العسل في علل الأجساد».

_"Bacaan Alquran berfungsi menyembuhkan penyakit hati seperti madu menyembuhkan penyakit tubuh. "_
________
�� At Tabshiroh (79)

✍�� Ust Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy
_____________

Bersusah payah dan Berletih-letih menuntut ilmu

No comments:

Bersusah payah dan Berletih-letih menuntut ilmu

Para ulama sering menyebutkan hal ini salah satunya adalah Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, beliau berkata,

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

“Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)”[1]

 

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

لا يطلب هذا العلم من يطلبه بالتملل وغنى النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح

“Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanya kemudian ia menjadi beruntung, akan tetapi ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung.”[2]

 

Abu ‘Amr bin Ash-Shalah menceritakan biografi Imam Muslim rahimahullah, beliau berkata,

وَكَانَ لمَوْته سَبَب غَرِيب نَشأ عَن غمرة فكرية علمية

“tentang sebab wafatnya (imam muslim) adalah suatu yang aneh, timbul karena kepedihan/kesusahan hidup dalam ilmu.”[3]

 

Yahya Abu zakaria berkata,

وذكر لي عمي عبيد الله قال: قفلت من خراسان ومعي عشرون وقرا من الكتب، فنزلت عند هذا البئر -يعني: بئر مجنة- فنزلت عنده اقتداء بالوالد

“Pamanku Ubaidillah bercerita kepadaku, “aku kembali dari Khurasan dan bersamaku ada 20 beban berat yang berisikan buku-buku. Aku singgah di sebuah sumur –yaitu sumur Majannah- aku lakukan karena mencontoh ayahku.”[4]

 

Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ. وقال: لا يطلب أحد هذا العلم بالملك وعز النفس فيفلح

“tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit. Tidak mungkin seseorang menuntut ilmu dengan keadaan serba ada dan harga diri yang tinggi kemudian ia beruntung.”[5]

 

Maka bandingkanlah dengan upaya kita menuntut ilmu sekarang?

✍��Ustadz Abu yahya alpinrangiy ✍��

Jadilah Mukmin dan Muslim Sebenar

No comments:

Jadilah Mukmin dan Muslim Sebenar

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَكُنْ قَنِعًا تَكُنْ أَشْكَرَ النَّاسِ وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحْسِنْ جِوَارَ مَنْ جَاوَرَكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَأَقِلَّ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Hurairah, Jadilah kamu seorang yang warak, nescaya kamu menjadi manusia yang paling beribadah. Jadilah kamu seorang yang merasa kecukupan, nescaya kamu menjadi manusia yang paling bersyukur. Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri, nescaya kamu akan menjadi seorang mukmin. Perbaikilah hubungan dalam berjiran dengan tetanggamu, nescaya kamu akan menjadi seorang yang berserah diri. Sedikitkanlah ketawa, kerana banyak ketawa akan mematikan hati." (HR Ibnu Majah No: 4207) Status: Sahih

Pengajaran:

1.  Jadilah kita ahli ibadah dengan memiliki sifat warak iaitu meninggalkan yang haram dan berhati-hati serta meninggalkan perkara yang syubhat

2.  Jadilah kita orang yang paling bersyukur dengan memiliki sifat qanaah iaitu merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

3.  Jadilah kita mukmin dengan mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri.

4.  Jadilah kita seorang muslim dengan sentiasa menjaga hubungan baik dengan jiran tetangga.

5.  Jadilah kita pemiliki hati yang hidup dengan mengurangkan ketawa kerana banyak ketawa akan mematikan hati.

Permudahkan dan Jangan Menyukarkan

No comments:

Permudahkan dan Jangan Menyukarkan

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW, baginda bersabda: permudahlah dan jangan menyukarkan, berilah khabar gembira dan jangan membuat orang lari (menjauh). (HR Bukhari No: 67) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Manusia cenderung kepada perkara yang mudah jika dilakukan serta mengembirakan ketika melaksanakan.

2.  Dalam kita mendidik, gunakanlah hikmah dan kebijaksanaan yang boleh menyebabkan orang lain gembira dan suka melakukannya.

3.  Lemah lembut dalam melaksanakan amar makruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran), agar dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

4.  Gunakanlah metod yang pelbagai dan menarik serta bertahap dalam mengajarkan ilmu, kerana segala sesuatu yang dimulakan dengan yang mudah, ia akan dapat memikat hati dan menambah rasa cinta terhadap ilmu yang akan dipelajari.

5.  Janganlah kita menjadi penyebab orang lain jauh dari kebaikan yang ingin diajar.

Marilah kita permudahkan menyampaikan ilmu mengikut garis panduan syarak. Elakkan sesuatu yang menyukarkan sehingga menjadi penyebab orang menjauhkan diri untuk beramal.

Loefa-Cebook Facebook

Al Quran Wal Hadith

Categories